Single-Family House atau Townhouse?
- Dec 12, 2014
- 1 min read
Karakter, gaya hidup serta kebutuhan setiap orang pasti berbeda satu sama lain. Ada orang yang memiliki karakter senang bersosialisasi, adapula yang terbiasa hidup secara individual. Faktor-faktor tersebut akan sangat mempengaruhi pemilihan jenis serta lingkungan hunian yang akan menjadi tempat tinggalnya. Apalagi jika Anda akan hunian tersebut akan ditinggali dalam jangka waktu yang sangat lama.
Kavling dengan luasan yang relative besar selalu menjadi daya tarik dari sebuah single-family house. Adanya ruang terbuka hijau yang mengelilingi hunian memberikan nilai lebih tersendiri yang tidak dapat ditemui pada townhouse. Jarak pada sisi samping membuat rumah tipe ini memiliki privasi lebih. Selain itu, tidak adanya kebijakan developer membuat rumah tunggal dapat direnovasi baik, renovasi besar maupun kecil, seusai dengan keinginan. Namun, umumnya rumah tipe tunggal tidak memiliki fasilitas umum sebagaimana yang dimiliki townhouse.
Bagi sebagian orang yang lebih memandang segi “kepraktisan”, rumah yang berada di townhouse sudah tentu menjadi pilihan yang sangat menarik. Setelah melakukan proses jual beli, hunian dapat langsung ditinggali. Belum lagi jika rumah tersebut sudah fully furnished. Bukan hanya itu, fasilitas umum pun sudah dipersiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan warganya. Namun, Anda harus membayar iuran bulanan atau tahunan sebagai biaya keanggotaan dan biaya pemakaian. Menempelnya dinding rumah satu sama lain pun dapat cukup mengganggu bila Anda gemar mendengar music dengan kencang ataupun sering menggelar acara di rumah.
Kemana Anda menjatuhkan pilihan tentu sangat bergantung pada banyak factor seperti yang telah dipaparkan di atas. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan bujet yang dimiliki. Pertimbangkan pula biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan di masa mendatang.























Comments